Sekilas Tentang Candi Kidal
Candi Kidal merupakan salah satu candi Hindu peninggalan Kerajaan Singhasari yang dibangun sekitar tahun 1248 Masehi. Terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, candi ini berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Malang.
Sebagai candi pemujaan tertua di Jawa Timur, Candi Kidal memiliki nilai historis yang sangat tinggi. Candi ini dibangun sebagai penghormatan terhadap Raja Anusapati, raja kedua Kerajaan Singhasari yang memerintah selama 20 tahun (1227-1248).
Meski ukurannya tidak sebesar Candi Borobudur atau Prambanan, keunikan arsitektur dan relief Candi Kidal menjadikannya salah satu warisan budaya yang penting untuk dilestarikan dan dikunjungi. Candi ini telah mengalami pemugaran pada tahun 1990-an dan kini berdiri dengan kokoh menampilkan keindahan arsitektur khas Jawa Timuran.
Sejarah dan Latar Belakang Candi Kidal

Sumber/Kredit: @dwiefendi2448
Kerajaan Singhasari merupakan salah satu kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-13. Didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222, kerajaan ini kemudian dipimpin oleh Anusapati, putra Ken Dedes dan Tunggul Ametung, setelah kematian Ken Arok.
Menurut kitab Pararaton dan Negarakretagama, Anusapati memerintah Singhasari selama 20 tahun (1227-1248). Kematiannya disebabkan oleh pembunuhan yang dilakukan oleh Panji Tohjaya dalam perebutan kekuasaan Singhasari, yang juga diyakini sebagai bagian dari kutukan Mpu Gandring.
Candi Kidal dibangun pada tahun 1248, bertepatan dengan berakhirnya rangkaian upacara pemakaman yang disebut Sradha (upacara 12 tahun setelah kematian) untuk menghormati Raja Anusapati. Tujuan pembangunan candi ini adalah untuk mendarmakan Anusapati, agar mendapat kemuliaan sebagai Siwa Mahadewa.
“Bathara Anusapati menjadi raja. Selama pemerintahannya tanah Jawa kokoh sentosa. Tahun caka Persian Gunung Sambu (1170 C – 1248 M) dia berpulang ke Siwabudaloka. Cahaya dia diujudkan arca Siwa gemilang di candi Kidal.”
Berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah yang dibangun untuk memuliakan agama, candi-candi di Jawa Timur, termasuk Candi Kidal, berfungsi sebagai tempat pendharman (pendharmaan) atau monumen penghormatan bagi raja yang telah meninggal. Dalam filosofi Jawa kuno, candi juga berfungsi sebagai tempat ruwatan raja agar kembali suci dan dapat menitis kembali menjadi dewa.
Relief dan Keunikan Arsitektur Candi Kidal

Sumber/Kredit: @afif.shalahudin
Candi Kidal terbuat dari batu andesit dan memiliki dimensi geometris vertikal yang khas. Struktur candi terdiri dari tiga bagian utama: kaki, tubuh, dan atap, yang keseluruhan bentuknya terlihat ramping, sesuai dengan gaya candi Jawa Timuran.
Kaki candi tampak agak tinggi dengan tangga masuk kecil-kecil yang unik, seolah-olah bukan tangga masuk sesungguhnya. Badan candi lebih kecil dibandingkan luas kaki dan atap candi, sehingga memberi kesan ramping. Pada kaki dan tubuh candi terdapat hiasan medallion serta sabuk melingkar yang menghiasi badan candi.
Atap candi terdiri atas 3 tingkat yang semakin ke atas semakin kecil, dengan bagian paling atas memiliki permukaan cukup luas tanpa hiasan atap seperti ratna (ciri khas candi Hindu) atau stupa (ciri khas candi Buddha). Konon, tiap pojok tingkatan atap tersebut dulu dihiasi dengan berlian kecil.
Relief Garudeya
Keunikan utama Candi Kidal terletak pada relief Garudeya yang terpahat pada bagian kaki candi. Relief ini menceritakan kisah Garuda yang berusaha membebaskan ibunya, Winata, dari perbudakan dengan menebus air suci amerta.

Sumber/Kredit: @yono_ndoyit
Narasi cerita Garudeya pada Candi Kidal dipahatkan dalam 3 relief yang terletak pada bagian tengah sisi-sisi kaki candi, kecuali pintu masuk. Pembacaannya dilakukan dengan cara prasawiya (berlawanan arah jarum jam), dimulai dari sisi selatan atau sisi kanan tangga masuk candi:
- Relief pertama menggambarkan Garuda di bawah 3 ekor ular, melambangkan Garuda yang membantu ibunya mengasuh anak-anak Kadru.
- Relief kedua melukiskan Garuda dengan kendi di atas kepalanya, menggambarkan Garuda yang berhasil mendapatkan air suci amerta dari kahyangan.
- Relief ketiga menunjukkan Garuda menggendong seorang wanita, melambangkan Garuda yang berhasil membebaskan ibunya dari perbudakan.
Di antara ketiga relief tersebut, relief kedua dianggap paling indah dan masih terjaga keutuhannya. Relief Garudeya ini memiliki makna filosofis tentang pembebasan atau ruwatan, yang juga dikaitkan dengan upaya Anusapati untuk meruwat ibunya, Ken Dedes.
Kepala Kala

Sumber/Kredit: @rhim_zzz23
Hal menonjol lainnya adalah kepala kala yang dipahatkan di atas pintu masuk dan bilik-bilik candi. Kala, salah satu aspek Dewa Siwa, umumnya dikenal sebagai penjaga bangunan suci. Hiasan kepala kala Candi Kidal tampak menyeramkan dengan mata melotot, mulut terbuka, dan dua taring besar yang bengkok memberi kesan dominan.
Adanya taring tersebut merupakan ciri khas candi bercorak Jawa Timuran. Di sudut kiri dan kanannya terdapat jari tangan dengan mudra (sikap) mengancam, memperkuat fungsinya sebagai penjaga bangunan suci candi.
Daya Tarik Utama Candi Kidal Malang

Sumber/Kredit: @fauziahidayati
Nilai Sejarah dan Arkeologis
Sebagai candi pemujaan tertua di Jawa Timur, Candi Kidal memiliki nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi. Candi ini menjadi bukti peralihan gaya arsitektur dari periode Jawa Tengah ke Jawa Timur, sehingga sering disebut sebagai prototipe candi Jawa Timuran.
Bagi para peneliti sejarah dan arkeologi, Candi Kidal menawarkan kesempatan untuk mempelajari perkembangan seni bangunan dan relief pada masa transisi kerajaan-kerajaan di Jawa. Keberadaan candi ini juga memperkuat bukti tentang kebesaran Kerajaan Singhasari dalam sejarah Nusantara.
Keindahan Relief dan Arsitektur
Relief Garudeya yang terpahat di kaki candi merupakan salah satu relief terindah dari periode Jawa Timur. Kehalusan pahatan dan detail yang masih terjaga menunjukkan tingginya keterampilan seniman pada masa itu.
Arsitektur candi yang ramping dengan atap bertingkat tiga memberikan kesan megah meski ukurannya tidak terlalu besar. Hiasan medallion dan kepala kala dengan taringnya yang khas menambah keunikan visual candi ini dibandingkan candi-candi lainnya.
Suasana Tenang dan Edukatif
Berbeda dengan objek wisata populer yang sering ramai pengunjung, Candi Kidal menawarkan suasana yang tenang dan damai. Lingkungan pedesaan dengan pepohonan rindang di sekitar candi menciptakan atmosfer yang cocok untuk pembelajaran dan kontemplasi.
Kunjungan ke Candi Kidal menjadi kesempatan edukatif yang baik, terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin memperdalam pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia. Tanpa keramaian yang mengganggu, pengunjung dapat mengamati detail arsitektur dan relief dengan lebih seksama.
Spot Foto Bernuansa Heritage
Bagi pecinta fotografi, Candi Kidal menawarkan latar yang menarik untuk foto bernuansa heritage dan sejarah. Relief-relief kuno, struktur bangunan yang unik, dan lingkungan asri di sekitarnya menciptakan komposisi foto yang menarik.
Pencahayaan alami yang memantul pada batu andesit candi juga memberikan efek dramatis pada hasil foto, terutama saat pagi atau sore hari ketika matahari tidak terlalu terik.
Lokasi dan Akses Menuju Candi Kidal Malang
Candi ini berlokasi di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada di lereng barat Pegunungan Tengger pada ketinggian 520 meter di atas permukaan laut, candi ini berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Malang.
Rute dari Kota Malang
Dari pusat Kota Malang, Anda dapat mengikuti rute berikut:
- Dari alun-alun Kota Malang, ikuti Jl. Basuki Rahmat menuju arah timur
- Lanjutkan ke Jl. Letjen S. Parman dan terus ke Jl. Raya Tumpang
- Setelah memasuki Kecamatan Tumpang, ikuti petunjuk arah menuju Desa Rejokidal
- Dari Desa Rejokidal, ikuti penunjuk arah menuju Candi Kidal
Estimasi waktu tempuh dari pusat Kota Malang ke Candi Kidal adalah sekitar 45-60 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Jalan menuju lokasi candi sudah beraspal dan dalam kondisi baik, sehingga dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan.
Akses Kendaraan
Untuk mencapai Candi Kidal, Anda dapat menggunakan berbagai pilihan transportasi:
- Kendaraan Pribadi: Cara termudah adalah menggunakan mobil atau motor pribadi. Area parkir tersedia di dekat candi meskipun tidak terlalu luas.
- Transportasi Umum: Dari Terminal Arjosari Malang, Anda bisa naik angkutan umum jurusan Malang-Tumpang, kemudian dilanjutkan dengan ojek atau angkutan desa menuju Candi Kidal.
- Taksi Online: Layanan taksi online juga dapat menjadi pilihan, namun pastikan untuk mengonfirmasi kesediaan pengemudi untuk mengantar hingga lokasi candi.
- Tur Wisata: Anda juga bisa memilih opsi transportasi yang lebih praktis dengan menggunakan jasa sewa mobil di Malang. Layanan ini memudahkan Anda menjelajahi area Tumpang dan sekitarnya tanpa perlu repot mencari transportasi lanjutan, sekaligus lebih fleksibel dalam mengatur waktu kunjungan. Cocok untuk wisata keluarga, rombongan kecil, maupun tur sejarah agar perjalanan ke Candi Kidal dan destinasi lain jadi lebih nyaman dan efisien.
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Candi Kidal
| Kategori Pengunjung | Harga Tiket | Keterangan |
| Wisatawan Domestik | Rp5.000 – Rp10.000 | Harga dapat berubah sewaktu-waktu |
| Wisatawan Mancanegara | Rp10.000 – Rp15.000 | Harga dapat berubah sewaktu-waktu |
| Pelajar/Mahasiswa | Rp3.000 – Rp5.000 | Dengan menunjukkan kartu identitas |
| Rombongan Pendidikan | Harga khusus | Hubungi pengelola untuk informasi lebih lanjut |
Harga tiket masuk Candi Kidal relatif terjangkau dibandingkan objek wisata lainnya. Sebagai situs cagar budaya yang dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, pendapatan dari tiket masuk digunakan untuk pemeliharaan dan pelestarian candi.
Jam Operasional
| Hari | Jam Buka | Jam Tutup |
| Senin – Minggu | 08.00 WIB | 16.00 WIB |
| Hari Libur Nasional | 08.00 WIB | 16.00 WIB |
Candi Kidal buka setiap hari termasuk hari libur nasional. Tidak ada perbedaan jam operasional antara hari biasa dan akhir pekan. Untuk kunjungan rombongan dalam jumlah besar, disarankan untuk menghubungi pengelola terlebih dahulu untuk koordinasi lebih lanjut.
Catatan Penting: Jam operasional dan harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu, terutama pada hari-hari besar atau saat ada kegiatan khusus di area candi. Disarankan untuk mengonfirmasi informasi terkini sebelum berkunjung.
Fasilitas di Area Candi Kidal
Sebagai objek wisata sejarah yang dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Candi Kidal dilengkapi dengan beberapa fasilitas dasar untuk kenyamanan pengunjung. Meskipun tidak selengkap objek wisata modern, fasilitas yang tersedia cukup memadai untuk mendukung kunjungan wisata edukasi.
Area Parkir
Tersedia area parkir yang cukup untuk menampung beberapa kendaraan roda dua dan roda empat. Meskipun tidak terlalu luas, area parkir ini biasanya tidak penuh karena jumlah pengunjung yang tidak terlalu ramai.
Untuk rombongan besar dengan bus, disarankan untuk berkoordinasi dengan pengelola terlebih dahulu agar dapat mengatur tempat parkir yang memadai.
Toilet
Tersedia toilet umum di area candi meskipun dengan fasilitas standar. Toilet ini dirawat cukup baik oleh pengelola situs, namun pengunjung disarankan untuk membawa perlengkapan pribadi seperti tisu dan hand sanitizer.
Jumlah toilet terbatas, sehingga untuk kunjungan rombongan besar mungkin perlu mengatur giliran penggunaan.
Area Informasi
Di dekat pintu masuk terdapat area informasi dengan papan informasi yang menjelaskan sejarah dan keunikan Candi Kidal. Beberapa papan informasi juga tersebar di sekitar candi untuk membantu pengunjung memahami relief dan struktur bangunan.
Terkadang tersedia pemandu lokal yang dapat memberikan penjelasan lebih detail tentang candi, meskipun jumlahnya terbatas.
Jalur Pejalan Kaki
Area candi dilengkapi dengan jalur pejalan kaki yang cukup baik untuk mengitari candi. Jalur ini memudahkan pengunjung untuk mengamati relief dan detail arsitektur dari berbagai sisi.
Permukaan jalur sebagian besar rata dan mudah dilalui, meskipun ada beberapa bagian yang mungkin kurang nyaman bagi pengunjung dengan keterbatasan mobilitas.
Area Istirahat
Tersedia beberapa tempat duduk sederhana di sekitar area candi yang dapat digunakan pengunjung untuk beristirahat. Pepohonan rindang di sekitar candi juga menyediakan tempat berteduh yang nyaman.
Pada hari-hari tertentu, mungkin ada pedagang kecil yang menjual minuman dan makanan ringan di sekitar area parkir.
Kebersihan
Tersedia beberapa tempat sampah di area candi untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pengelola candi juga melakukan pembersihan rutin untuk memastikan area candi tetap bersih dan nyaman dikunjungi.
Pengunjung diharapkan untuk turut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kelestarian candi.
Perhatian: Fasilitas di Candi Kidal masih terbatas dibandingkan objek wisata modern. Pengunjung disarankan untuk membawa perlengkapan pribadi seperti air minum, makanan ringan, dan obat-obatan yang diperlukan, terutama jika berencana menghabiskan waktu cukup lama di area candi.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Candi Kidal Malang
Wisata Edukasi Sejarah
Candi Kidal sangat cocok untuk wisata edukasi sejarah, terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang mempelajari sejarah Indonesia, khususnya periode Kerajaan Singhasari. Pengunjung dapat mempelajari langsung bukti fisik peninggalan kerajaan besar di Jawa Timur.
Membaca papan informasi yang tersedia dan mengamati detail arsitektur serta relief candi akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perkembangan seni bangunan dan kepercayaan masyarakat pada masa itu.
Studi Arkeologi Ringan
Bagi penggemar arkeologi, Candi Kidal menawarkan kesempatan untuk melakukan studi arkeologi ringan dengan mengamati teknik konstruksi, material bangunan, dan detail relief. Pengunjung dapat membandingkan gaya arsitektur Candi Kidal dengan candi-candi lain di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Mengidentifikasi simbol-simbol dan figur dalam relief juga menjadi aktivitas menarik yang dapat memperdalam pemahaman tentang mitologi dan kepercayaan Hindu pada masa itu.
Fotografi Sejarah
Candi Kidal dengan relief dan arsitekturnya yang unik menawarkan objek fotografi yang menarik. Pengunjung dapat mengabadikan detail relief Garudeya, kepala kala, atau struktur candi secara keseluruhan dari berbagai sudut.
Waktu terbaik untuk fotografi adalah pagi hari atau menjelang sore ketika cahaya matahari tidak terlalu terik dan memberikan bayangan yang dramatis pada relief dan struktur candi.
Kunjungan Pelajar dan Rombongan
Candi Kidal sering menjadi tujuan kunjungan pelajar dan rombongan studi. Aktivitas yang biasa dilakukan meliputi mendengarkan penjelasan dari pemandu atau guru, mencatat informasi penting, dan berdiskusi tentang nilai sejarah dan budaya candi.
Untuk kunjungan rombongan, disarankan untuk mengatur jadwal terlebih dahulu dengan pengelola agar dapat mempersiapkan pemandu atau fasilitas yang diperlukan.
Etika Berkunjung ke Situs Bersejarah
Saat melakukan aktivitas di Candi Kidal, pengunjung diharapkan untuk:
- Tidak menyentuh atau menaiki bagian candi yang dapat merusak struktur bangunan
- Tidak mencoret-coret atau merusak relief dan bagian candi lainnya
- Tidak mengambil batu atau bagian candi sebagai kenang-kenangan
- Menjaga volume suara agar tidak mengganggu pengunjung lain
- Mengikuti petunjuk dan arahan dari pengelola candi
- Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan
Tips Berkunjung ke Candi Kidal Malang
Waktu Terbaik Berkunjung
Waktu terbaik untuk mengunjungi Candi Kidal adalah pagi hari antara pukul 08.00-10.00 WIB atau sore hari antara pukul 14.00-16.00 WIB. Pada jam-jam tersebut, cahaya matahari tidak terlalu terik dan suhu udara lebih nyaman.
Hari kerja (Senin-Jumat) biasanya lebih sepi pengunjung dibandingkan akhir pekan, sehingga Anda dapat menikmati candi dengan lebih tenang dan leluasa. Hindari berkunjung saat hujan deras karena area candi bisa menjadi licin dan kurang nyaman untuk dieksplorasi.
Persiapan Kunjungan
Sebelum berkunjung ke Candi Kidal, ada beberapa persiapan yang sebaiknya dilakukan:
- Kenakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang sesuai untuk berjalan di area candi
- Bawa topi, kacamata hitam, dan tabir surya untuk perlindungan dari sinar matahari
- Siapkan air minum yang cukup karena fasilitas di sekitar candi terbatas
- Bawa kamera dengan baterai yang terisi penuh untuk mengabadikan momen
- Siapkan uang tunai secukupnya untuk tiket masuk dan kebutuhan lainnya
Tips Fotografi
Untuk mendapatkan hasil foto terbaik di Candi Kidal:
- Manfaatkan cahaya pagi atau sore untuk mendapatkan bayangan yang dramatis pada relief
- Gunakan lensa wide-angle untuk mengambil keseluruhan struktur candi
- Gunakan lensa makro atau zoom untuk mengabadikan detail relief Garudeya dan ornamen lainnya
- Coba berbagai sudut pengambilan, termasuk dari bawah ke atas untuk menampilkan kesan megah
- Masukkan elemen lingkungan sekitar seperti pepohonan untuk memberikan konteks pada foto
Hal yang Sebaiknya Dihindari
Beberapa hal yang sebaiknya dihindari saat berkunjung ke Candi Kidal:
- Memanjat atau duduk di bagian candi yang dapat merusak struktur bangunan
- Menyentuh relief secara berlebihan karena dapat mempercepat kerusakan
- Membawa makanan dan minuman ke area dalam candi
- Membuang sampah sembarangan di area candi
- Menggunakan flash terlalu dekat dengan relief kuno
- Berbicara terlalu keras yang dapat mengganggu pengunjung lain
Tips untuk Kunjungan Rombongan
Jika Anda berencana mengunjungi Candi Kidal bersama rombongan:
- Hubungi pengelola candi terlebih dahulu untuk mengatur jadwal kunjungan
- Pertimbangkan untuk menyewa pemandu lokal yang memahami sejarah dan detail candi
- Bagi rombongan menjadi kelompok-kelompok kecil saat mengeksplorasi candi untuk menghindari kepadatan
- Siapkan materi informasi sebelumnya untuk memaksimalkan nilai edukasi kunjungan
- Tetapkan titik kumpul dan waktu yang jelas untuk menghindari anggota rombongan terpisah
Candi dan Wisata Sejarah Lain di Sekitar Candi Kidal

Sumber/Kredit: @ditzz_error_
Selain Candi Kidal, terdapat beberapa candi dan situs sejarah lainnya di sekitar Kabupaten Malang yang dapat dikunjungi untuk melengkapi perjalanan wisata sejarah Anda. Berikut beberapa rekomendasi:
Candi Singosari
Jarak dari Candi Kidal: ± 15 km
Estimasi waktu tempuh: 30-40 menit
Candi Singosari merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari yang dibangun untuk menghormati Raja Kertanegara, raja terakhir Singhasari. Candi ini memiliki arsitektur yang lebih besar dan kompleks dibandingkan Candi Kidal.
Candi Singosari juga dilengkapi dengan arca-arca dwarapala (penjaga) yang besar dan mengesankan, serta relief yang menggambarkan kisah-kisah Hindu.
Candi Jago
Jarak dari Candi Kidal: ± 10 km
Estimasi waktu tempuh: 20-30 menit
Candi Jago dibangun untuk menghormati Wisnuwardhana, raja ketiga Singhasari dan ayah Kertanegara. Candi ini memiliki relief yang menggambarkan cerita Kunjarakarna dan Tantri Kamandaka.
Arsitektur Candi Jago menunjukkan perpaduan unsur Hindu dan Buddha, mencerminkan toleransi beragama pada masa itu. Relief-reliefnya juga lebih banyak dan beragam dibandingkan Candi Kidal.
Candi Badut
Jarak dari Candi Kidal: ± 25 km
Estimasi waktu tempuh: 50-60 menit
Candi Badut merupakan candi Hindu tertua di Jawa Timur yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi, jauh sebelum Kerajaan Singhasari berdiri. Candi ini didedikasikan untuk Dewa Siwa.
Meskipun ukurannya tidak terlalu besar dan sebagian strukturnya telah rusak, Candi Badut memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi sebagai bukti perkembangan awal Hindu di Jawa Timur.
Museum Singhasari
Jarak dari Candi Kidal: ± 15 km
Estimasi waktu tempuh: 30-40 menit
Museum Singhasari terletak tidak jauh dari Candi Singosari dan menyimpan berbagai artefak dan informasi tentang Kerajaan Singhasari. Museum ini menjadi pelengkap yang baik untuk memahami konteks sejarah candi-candi di sekitar Malang.
Koleksi museum meliputi replika arca, prasasti, alat-alat kuno, dan panel informasi yang menjelaskan sejarah Kerajaan Singhasari secara lebih komprehensif.
Situs Purbakala Trowulan
Jarak dari Candi Kidal: ± 70 km
Estimasi waktu tempuh: 2-2,5 jam
Meskipun agak jauh, Situs Purbakala Trowulan di Mojokerto layak dikunjungi sebagai kelanjutan sejarah setelah Kerajaan Singhasari. Situs ini merupakan bekas ibukota Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh keturunan penguasa Singhasari.
Di Trowulan, Anda dapat mengunjungi Museum Trowulan, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Kolam Segaran, dan berbagai situs arkeologi lainnya yang menggambarkan kejayaan Majapahit.
Pemandian Wendit
Jarak dari Candi Kidal: ± 8 km
Estimasi waktu tempuh: 15-20 menit
Pemandian Wendit merupakan pemandian alami yang menurut legenda memiliki kaitan dengan Kerajaan Singhasari. Tempat ini dapat menjadi pilihan untuk beristirahat dan menyegarkan diri setelah mengunjungi candi-candi.
Selain kolam pemandian, area ini juga memiliki taman yang rindang dan dihuni oleh kera-kera liar yang jinak, menambah daya tarik wisata alam setelah wisata sejarah.
Paket Wisata Sejarah Malang
Untuk memaksimalkan kunjungan ke candi-candi di sekitar Malang, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengikuti paket wisata sejarah yang mencakup beberapa situs dalam satu perjalanan. Beberapa agen perjalanan di Malang menawarkan paket wisata candi yang mencakup transportasi, pemandu, dan tiket masuk ke beberapa candi. Bagi Anda yang ingin eksplorasi lebih banyak destinasi sekaligus, tersedia juga paket liburan di Malang 3 hari 2 malam yang menyatukan wisata sejarah, budaya, dan alam dalam satu itinerary terencana sehingga liburan menjadi lebih efisien dan berkesan. Selain itu, bagi penyuka wisata alam dan sunrise, Anda juga dapat menambahkan pengalaman tak terlupakan melalui paket liburan Bromo 1 hari, yang memungkinkan wisatawan menikmati panorama Gunung Bromo tanpa perlu bermalam.
FAQ tentang Candi Kidal Malang
Di mana lokasi Candi Kidal?
Candi Kidal terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Candi ini berada sekitar 20 kilometer arah timur dari pusat Kota Malang, pada lereng barat Pegunungan Tengger di ketinggian 520 meter di atas permukaan laut.
Berapa harga tiket masuk Candi Kidal?
Harga tiket masuk Candi Kidal berkisar antara Rp5.000 – Rp10.000 untuk wisatawan domestik dan Rp10.000 – Rp15.000 untuk wisatawan mancanegara. Untuk pelajar dan mahasiswa, tersedia harga khusus sekitar Rp3.000 – Rp5.000 dengan menunjukkan kartu identitas. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, jadi disarankan untuk mengonfirmasi terlebih dahulu sebelum berkunjung.
Apa jam buka Candi Kidal?
Candi Kidal buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB, termasuk pada hari libur nasional. Tidak ada perbedaan jam operasional antara hari biasa dan akhir pekan. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari antara pukul 08.00-10.00 WIB atau sore hari antara pukul 14.00-16.00 WIB ketika cahaya matahari tidak terlalu terik.
Bagaimana sejarah singkat Candi Kidal?
Candi Kidal dibangun pada tahun 1248 Masehi sebagai penghormatan terhadap Raja Anusapati, raja kedua Kerajaan Singhasari yang memerintah selama 20 tahun (1227-1248). Pembangunan candi bertepatan dengan berakhirnya rangkaian upacara pemakaman Sradha (upacara 12 tahun setelah kematian) untuk menghormati Raja Anusapati. Tujuan pembangunan candi adalah untuk mendarmakan Anusapati, agar mendapat kemuliaan sebagai Siwa Mahadewa. Candi ini telah mengalami pemugaran pada tahun 1990-an dan kini berdiri dengan kokoh menampilkan keindahan arsitektur khas Jawa Timuran.
Apa makna relief Garuda di Candi Kidal?
Relief Garudeya di Candi Kidal menceritakan kisah Garuda yang berusaha membebaskan ibunya, Winata, dari perbudakan dengan menebus air suci amerta. Relief ini terdiri dari tiga panel: Garuda di bawah tiga ekor ular, Garuda dengan kendi berisi air suci amerta di atas kepalanya, dan Garuda menggendong ibunya yang telah bebas dari perbudakan. Secara filosofis, relief ini melambangkan pembebasan atau ruwatan. Menurut interpretasi sejarawan, Anusapati sengaja memilih cerita Garudeya untuk meruwat ibunya, Ken Dedes, yang hidupnya penuh penderitaan meskipun merupakan permaisuri yang cantik jelita.
Apakah Candi Kidal cocok untuk wisata edukasi anak?
Ya, Candi Kidal sangat cocok untuk wisata edukasi anak, terutama untuk mengenalkan sejarah dan budaya Indonesia. Relief Garudeya yang terpahat di candi dapat menjadi media pembelajaran tentang mitologi Hindu dan nilai-nilai moral seperti pengorbanan dan kasih sayang. Area candi yang tidak terlalu luas juga memudahkan pengawasan terhadap anak-anak. Namun, sebaiknya kunjungan didampingi oleh orang dewasa yang dapat memberikan penjelasan sesuai dengan tingkat pemahaman anak. Untuk memaksimalkan nilai edukasi, disarankan untuk mempersiapkan informasi sederhana tentang candi sebelum berkunjung.
Fasilitas apa saja yang tersedia di Candi Kidal?
Fasilitas yang tersedia di area Candi Kidal meliputi area parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat, toilet umum dengan fasilitas standar, area informasi dengan papan informasi tentang sejarah dan keunikan candi, jalur pejalan kaki untuk mengitari candi, beberapa tempat duduk sederhana untuk beristirahat, dan tempat sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan. Meskipun fasilitas tidak selengkap objek wisata modern, namun cukup memadai untuk mendukung kunjungan wisata edukasi. Pengunjung disarankan untuk membawa perlengkapan pribadi seperti air minum, makanan ringan, dan obat-obatan yang diperlukan, terutama jika berencana menghabiskan waktu cukup lama di area candi.
Kesimpulan

Sumber/Kredit: @afrinaldi.zulhen
Candi Kidal merupakan salah satu warisan sejarah yang penting di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebagai candi pemujaan tertua di Jawa Timur yang dibangun untuk menghormati Raja Anusapati dari Kerajaan Singhasari, candi ini menyimpan nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang sangat tinggi.
Keunikan relief Garudeya yang menceritakan kisah pembebasan dan ruwatan, arsitektur khas Jawa Timuran dengan kepala kala bertaring, serta latar belakang sejarah yang kaya menjadikan Candi Kidal sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya yang layak dikunjungi.
Meskipun tidak sepopuler candi-candi lain di Indonesia, justru hal inilah yang memberikan keuntungan bagi pengunjung. Suasana yang tenang dan tidak terlalu ramai memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi dan mengapresiasi detail-detail candi dengan lebih leluasa, sambil menikmati lingkungan pedesaan yang asri di sekitarnya.
Dengan aksesibilitas yang baik, harga tiket yang terjangkau, dan nilai edukasi yang tinggi, Candi Kidal menawarkan pengalaman wisata sejarah yang berbeda dari objek wisata mainstream. Kunjungan ke Candi Kidal tidak hanya akan memperkaya pengetahuan Anda tentang sejarah Nusantara, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap kekayaan warisan budaya Indonesia yang perlu terus dilestarikan.
Jelajahi Lebih Dalam Warisan Sejarah Malang
Ingin memperkaya pengalaman wisata sejarah Anda di Malang? Ikuti paket tur heritage yang mencakup Candi Kidal dan situs-situs bersejarah lainnya di sekitar Malang. Dengan pemandu berpengalaman, Anda akan mendapatkan penjelasan mendalam tentang sejarah, arsitektur, dan makna filosofis candi-candi peninggalan Kerajaan Singhasari.



