Memasuki kawasan Masjid Tiban Turen Malang seperti melangkah ke dunia arsitektur yang memukau. Bangunan megah dengan dominasi warna biru dan putih ini menyambut pengunjung dengan keindahan ornamen khas Timur Tengah yang menyatu dengan sentuhan budaya lokal. Kubah-kubah menjulang dan ukiran-ukiran rumit seolah berbisik tentang kisah mistis yang pernah menyelimuti keberadaan masjid ini. Dikenal juga sebagai “Masjid Jin” atau “Masjid Ajaib”, tempat ibadah ini menyimpan cerita unik di balik proses pembangunannya yang konon terjadi dalam semalam. Namun, di balik mitos yang beredar, terdapat fakta menarik tentang sejarah, arsitektur, dan nilai religius yang menjadikan Masjid Tiban sebagai destinasi wisata religi populer di Malang. Artikel ini menyajikan panduan lengkap dan terbaru untuk mengenal Masjid Tiban Turen secara menyeluruh. Dari sejarah pembangunan, keunikan arsitektur, hingga tips praktis berkunjung, semua informasi yang Anda butuhkan untuk merencanakan perjalanan ke salah satu masjid paling ikonik di Jawa Timur ini telah kami rangkum dengan detail.

Sekilas Tentang Masjid Tiban Turen Malang

Kemegahan Masjid Tiban Turen Malang

Sumber/Kredit: @adi_mrizal

Masjid Tiban Turen Malang merupakan bagian dari kompleks Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah yang berlokasi di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Nama “Tiban” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “tiba-tiba ada”, merujuk pada mitos bahwa masjid ini muncul secara tiba-tiba dalam semalam.

Berdiri di atas lahan seluas 8 hektare dengan bangunan utama seluas 1,5 hektare, Masjid Tiban menawarkan pengalaman unik dengan 10 lantai yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Keunikan arsitekturnya yang memadukan gaya Timur Tengah, India, dan Tionghoa menjadikan masjid ini berbeda dari masjid-masjid lain di Indonesia.

Masjid Tiban telah menjadi destinasi wisata religi populer tidak hanya bagi masyarakat lokal tetapi juga wisatawan mancanegara. Keindahan arsitektur, nilai sejarah, dan nuansa spiritual yang kental menjadi daya tarik utama yang membuat pengunjung berdatangan untuk menikmati keagungan bangunan ini sekaligus melaksanakan ibadah.

Sejarah dan Latar Belakang Masjid Tiban Turen Malang

Masjid Tiban dirintis oleh KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam (Romo Kyai Ahmad) pada tahun 1963. Awalnya, lokasi ini merupakan kompleks kediaman Romo Kyai Ahmad yang kemudian berkembang menjadi pondok pesantren. Pembangunan masjid secara resmi dimulai pada tahun 1987 dan terus berlanjut hingga tahun 1992, meskipun pengembangan masih terus dilakukan hingga saat ini.

Nama “Tiban” yang berarti “tiba-tiba ada” muncul dari mitos yang beredar di masyarakat bahwa masjid ini dibangun oleh jin dalam waktu semalam. Cerita ini berkembang karena proses pembangunan yang dilakukan pada malam hari oleh para santri dan warga sekitar, sehingga banyak orang yang tidak menyaksikan langsung proses pembangunannya.

Bagian kubah dan dinding Masjid Tiban Malang

Sumber/Kredit: @adbhzq

Namun, pihak pengelola masjid telah membantah mitos tersebut. Faktanya, pembangunan Masjid Tiban dilakukan secara bertahap oleh lebih dari 100 santri dan jamaah pondok pesantren. Material yang digunakan pun sederhana, yaitu tanah merah yang dicampur dengan tanah liat dan lumpur. Proses pembangunan dilakukan tanpa bantuan arsitek profesional, melainkan berdasarkan hasil istikharah Romo Kyai Ahmad.

Pembangunan masjid dilakukan tanpa alat berat karena akses jalan menuju lokasi yang sempit. Semua proses mulai dari pembuatan batu bata, hiasan masjid, hingga pengadukan semen dikerjakan secara manual oleh para santri. Hal inilah yang mungkin menjadi alasan mengapa banyak orang tidak melihat adanya aktivitas pembangunan, karena dikerjakan langsung oleh warga internal pesantren.

Sejak diresmikan sebagai bangunan bersejarah oleh Pemerintah Kota Malang pada tahun 2010, Masjid Tiban semakin dikenal luas dan menjadi destinasi wisata religi yang populer. Saat ini, masjid ini dipimpin oleh Nyai Hj. Luluk Rifqah, putri dari Romo Kyai Ahmad.

Arsitektur dan Keunikan Bangunan

Perpaduan gaya arsitektur Timur Tengah, India, dan Tionghoa pada Masjid Tiban

Sumber/Kredit: @zilla_ahmad

Masjid Tiban Turen Malang memiliki gaya arsitektur yang unik, memadukan unsur Timur Tengah, India, dan Tionghoa. Dominasi warna biru dan putih pada eksterior masjid memberikan kesan megah dan elegan. Bangunan utama masjid terdiri dari 10 lantai, masing-masing dengan fungsi yang berbeda.

Detail ornamen dan ukiran pada dinding masjid

Sumber/Kredit: @_fifify

Menara Gapura Masjid Tiban dengan detail arsitektur khas

Sumber/Kredit: @azizahppni

Berikut adalah pembagian dan fungsi dari 10 lantai di Masjid Tiban:

LantaiFungsiKeunikan
Lantai 1Tempat istirahat dan musholaTerdapat lorong masuk dengan ornamen bunga dan kaligrafi nama pondok pesantren
Lantai 2Loket, tempat istirahat, dapur, dan ruang makanDihiasi ukiran floral, kaligrafi, dan akuarium kecil
Lantai 3Mushola, akuarium, dan kebun binatang miniMemiliki koleksi ikan hias dan beberapa hewan kecil
Lantai 4Tempat tinggal keluarga pengasuh pondokTerdapat kursi pengantin berwarna emas untuk akad nikah
Lantai 5Mushola khususDigunakan untuk ibadah shalat Idul Fitri dan Idul Adha
Lantai 6Ruang istirahat para santriUntuk santri berkeluarga, dilengkapi dapur dan ruang keluarga
Lantai 7-8Toko dan kiosMenjual busana muslim, sajadah, tasbih, dan kerajinan hasil karya santri
Lantai 9Didesain sebagai lereng gunungMasih dalam tahap penyelesaian
Lantai 10Goa dan puncak gunung (rooftop)Menawarkan pemandangan Masjid Tiban dari atas

Keunikan lain dari Masjid Tiban adalah interior yang dihiasi dengan berbagai ukiran semen yang bentuknya menyerupai gua. Dinding-dinding masjid juga dipenuhi dengan kaligrafi indah yang menambah nilai estetika bangunan. Di ruang utama terdapat taman yang luas dan akuarium berisi ikan-ikan air tawar yang menjadi daya tarik tersendiri.

Berbeda dengan masjid pada umumnya, Masjid Tiban memiliki banyak pintu yang mengingatkan pada Lawang Sewu di Semarang. Keramik warna-warni yang menghiasi bagian luar dan dalam masjid memberikan kesan ceria dan artistik, sehingga banyak pengunjung yang menjadikannya sebagai spot foto yang menarik.

Filosofi desain Masjid Tiban mencerminkan semangat gotong royong dan kemandirian. Tanpa arsitek profesional, masjid ini dibangun berdasarkan petunjuk spiritual yang diterima Romo Kyai Ahmad melalui istikharah. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai religius dan spiritual sangat kental dalam setiap aspek pembangunan masjid.

Daya Tarik Utama Masjid Tiban Turen Malang

Keindahan Visual

Arsitektur megah dengan perpaduan gaya Timur Tengah, India, dan Tionghoa menjadikan Masjid Tiban sebagai karya seni yang memukau. Dominasi warna biru dan putih pada eksterior masjid, ditambah dengan ornamen-ornamen rumit dan kaligrafi indah, menciptakan pemandangan yang menakjubkan bagi pengunjung.

Keramik warna-warni yang menghiasi bagian luar dan dalam masjid memberikan kesan ceria dan artistik. Setiap sudut masjid menawarkan spot foto yang menarik dengan latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari kubah-kubah menjulang hingga ukiran-ukiran detail pada dinding.

Nilai Religi dan Spiritual

Sebagai bagian dari pondok pesantren, Masjid Tiban menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam bagi pengunjung. Suasana khusyuk dan tenang di area ibadah memungkinkan jamaah untuk beribadah dengan nyaman dan fokus.

Kisah pembangunan masjid yang penuh dengan nilai-nilai religius dan spiritual juga menambah daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung yang datang untuk mencari berkah dan ketenangan, terutama di bulan Ramadhan dan hari-hari besar Islam lainnya.

Salah satu lorong dalam Masjid Tiban

Sumber/Kredit: @adbhzq

Pengalaman Menjelajah 10 Lantai

Menjelajahi 10 lantai Masjid Tiban memberikan pengalaman unik yang tidak akan ditemukan di masjid lain. Setiap lantai memiliki fungsi dan keunikan tersendiri, mulai dari mushola, akuarium, kebun binatang mini, hingga area perbelanjaan yang menjual berbagai kerajinan hasil karya santri.

Pengunjung dapat menikmati pemandangan dari lantai 10 yang merupakan rooftop masjid. Dari sini, terlihat keseluruhan struktur masjid dan pemandangan sekitar yang menakjubkan. Pengalaman naik dan turun melalui tangga atau lift sambil mengagumi detail arsitektur di setiap lantai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Kaligrafi dan ornamen yang menghiasi dinding dan atap masjid

Sumber/Kredit: @adbhzq

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Masjid Tiban Turen Malang

Ibadah dan Ziarah

Sebagai tempat ibadah, Masjid Tiban terbuka bagi siapa saja yang ingin melaksanakan shalat lima waktu atau shalat Jumat. Pengunjung juga dapat berziarah dan berdoa di area masjid, terutama di lantai yang dikhususkan untuk ibadah.

Suasana khusyuk dan tenang di area ibadah memungkinkan jamaah untuk beribadah dengan nyaman dan fokus. Pastikan untuk menghormati jamaah lain yang sedang beribadah dengan tidak mengganggu atau membuat kebisingan.

Wisata Religi dan Edukasi

Masjid Tiban menawarkan pengalaman wisata religi yang edukatif. Pengunjung dapat belajar tentang sejarah masjid, arsitektur Islam, dan nilai-nilai religius yang terkandung dalam setiap detail bangunan.

Anak-anak dan remaja dapat belajar tentang keindahan seni Islam melalui ornamen dan kaligrafi yang menghiasi masjid. Ini menjadi kesempatan baik untuk mengenalkan nilai-nilai agama dan budaya kepada generasi muda.

Fotografi Arsitektur

Keindahan arsitektur Masjid Tiban menjadikannya objek fotografi yang menarik. Pengunjung dapat mengabadikan momen dengan latar belakang kubah-kubah menjulang, ornamen-ornamen rumit, atau interior unik masjid.

Namun, perlu diingat untuk tetap menghormati kesucian tempat ibadah. Pastikan untuk meminta izin sebelum mengambil foto, terutama jika ada jamaah yang sedang beribadah, dan patuhi aturan yang berlaku di area masjid.

Kegiatan yang Perlu Dihindari

Saat berkunjung ke Masjid Tiban, ada beberapa kegiatan yang sebaiknya dihindari untuk menghormati kesucian tempat ibadah dan kenyamanan pengunjung lain:

  • Berbicara dengan suara keras atau membuat kebisingan
  • Mengambil foto saat jamaah sedang beribadah
  • Makan dan minum di area ibadah
  • Membuang sampah sembarangan
  • Merokok di area masjid
  • Mengenakan pakaian yang tidak sopan atau tidak menutup aurat
  • Bersikap tidak hormat terhadap pengurus masjid dan jamaah

Lokasi dan Akses Menuju Masjid Tiban Turen Malang

Alamat Lengkap

Masjid ini berlokasi di:

Jalan Wakhid Hasyim, Gang Anggur Nomor 10
Desa Sananrejo, Kecamatan Turen
Kabupaten Malang, Jawa Timur

Estimasi Waktu Tempuh

Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Masjid Tiban membutuhkan waktu sekitar 45-60 menit dengan jarak tempuh sekitar 25 kilometer. Waktu tempuh dapat bervariasi tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca.

Rute dari Kota Malang

  1. Dari pusat Kota Malang, arahkan kendaraan ke arah selatan
  2. Lewati Pasar Gadang dan terus ke arah Bululawang
  3. Lanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Turen
  4. Setelah sampai di Turen, ikuti petunjuk arah menuju Desa Sananrejo
  5. Masuk ke Gang Anggur dan ikuti jalan hingga menemukan Masjid Tiban

Catatan: Jalan menuju Masjid Tiban cukup sempit, terutama di Gang Anggur. Untuk rombongan besar dengan bus, disarankan untuk parkir di area yang lebih luas dan melanjutkan perjalanan dengan kendaraan yang lebih kecil atau berjalan kaki.

Akses Kendaraan

Masjid Tiban dapat diakses dengan berbagai jenis kendaraan, namun perlu diperhatikan bahwa jalan menuju lokasi cukup sempit. Berikut adalah informasi akses kendaraan:

Jenis KendaraanAksesCatatan
Sepeda MotorSangat MudahDapat parkir dekat dengan lokasi masjid
Mobil PribadiCukup MudahPerlu hati-hati saat melewati Gang Anggur yang sempit
Angkutan UmumTerbatasTurun di pusat Turen, lanjut dengan ojek atau berjalan kaki
Bus RombonganSulitDisarankan parkir di area luas dan lanjut dengan kendaraan kecil

Jika Anda ingin perjalanan yang lebih nyaman dan efisien menuju Masjid Tiban, terutama bersama keluarga atau rombongan kecil, menggunakan jasa sewa mobil dengan driver bisa menjadi pilihan terbaik. Dengan armada yang siap mengantar hingga titik terdekat lokasi, Anda tidak perlu repot memikirkan rute, parkir, maupun jalur sempit yang tidak familiar. Opsi ini juga lebih fleksibel dibanding transportasi umum, sehingga Anda bisa menyesuaikan waktu keberangkatan dan destinasi lain yang ingin dikunjungi dalam satu perjalanan.

Jam Kunjungan dan Aturan Masuk Masjid Tiban Turen Malang

Jam Buka untuk Pengunjung

Masjid Tiban Turen Malang dibuka untuk umum selama 24 jam setiap hari. Namun, untuk kenyamanan berkunjung dan menghormati kegiatan ibadah, berikut adalah rekomendasi waktu kunjungan:

HariJam Kunjungan Ideal
Senin – Kamis08.00 – 16.00 WIB
Jumat08.00 – 11.00 WIB dan 13.30 – 16.00 WIB
Sabtu – Minggu08.00 – 17.00 WIB

Waktu Terbaik Berkunjung

Waktu terbaik untuk mengunjungi Masjid Tiban adalah pada pagi hingga siang hari. Pada waktu ini, cahaya matahari memberikan pencahayaan yang baik untuk menikmati keindahan arsitektur masjid dan mengambil foto. Selain itu, pada siang hari para penjual di sekitar masjid sudah membuka lapak mereka, sehingga area terlihat lebih semarak.

Hindari berkunjung pada waktu shalat, terutama shalat Jumat, untuk menghormati jamaah yang sedang beribadah. Hari kerja (Senin-Jumat) biasanya tidak terlalu ramai pengunjung dibandingkan akhir pekan atau hari libur nasional.

Tips: Untuk pengalaman terbaik, kunjungi Masjid Tiban pada hari kerja di luar waktu shalat. Jika berkunjung pada akhir pekan, datanglah lebih pagi untuk menghindari keramaian.

Catatan Khusus saat Hari Besar Keagamaan

Pada hari-hari besar Islam seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan bulan Ramadhan, Masjid Tiban akan lebih ramai dari biasanya. Berikut beberapa catatan penting:

  • Selama bulan Ramadhan, masjid akan lebih ramai terutama saat waktu berbuka puasa dan shalat tarawih
  • Pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, masjid akan sangat ramai dengan jamaah yang melaksanakan shalat Id
  • Beberapa area masjid mungkin dibatasi aksesnya untuk mengakomodasi kegiatan ibadah
  • Pengunjung yang bertujuan wisata disarankan untuk menghindari berkunjung pada hari-hari besar keagamaan

Fasilitas di Area Masjid Tiban Turen Malang

Area Parkir

Masjid Tiban menyediakan area parkir untuk kendaraan pengunjung, meskipun kapasitasnya terbatas. Sepeda motor dapat parkir lebih dekat dengan lokasi masjid, sementara mobil perlu parkir agak jauh karena akses jalan yang sempit.

Pada hari-hari ramai seperti akhir pekan atau hari libur, area parkir bisa penuh. Pengunjung mungkin perlu parkir di sepanjang jalan menuju masjid dengan biaya parkir yang dikelola oleh warga setempat.

Toilet dan Tempat Wudhu

Tersedia toilet dan tempat wudhu yang cukup bersih untuk pengunjung. Fasilitas ini terletak di beberapa titik di area masjid, terutama di lantai 1 dan 2. Pengunjung diharapkan untuk menjaga kebersihan saat menggunakan fasilitas ini.

Tempat wudhu dipisahkan antara pria dan wanita untuk kenyamanan jamaah. Air bersih tersedia sepanjang waktu, meskipun pada saat ramai mungkin perlu sedikit antri.

Area Istirahat

Terdapat beberapa area istirahat di dalam masjid, terutama di lantai 1 dan 2. Pengunjung dapat beristirahat sejenak sambil menikmati keindahan arsitektur masjid atau sekadar melepas lelah setelah menjelajahi 10 lantai bangunan.

Area istirahat ini dilengkapi dengan tempat duduk yang nyaman. Beberapa area juga menyediakan kipas angin untuk kenyamanan pengunjung, terutama saat cuaca panas.

Penunjuk Arah dalam Bangunan

Mengingat kompleksitas bangunan 10 lantai, Masjid Tiban dilengkapi dengan penunjuk arah di beberapa titik strategis. Penunjuk arah ini membantu pengunjung untuk menavigasi berbagai lantai dan menemukan fasilitas yang mereka butuhkan.

Meski demikian, beberapa pengunjung mungkin masih merasa sedikit bingung karena ukuran bangunan yang besar dan desain yang kompleks. Jangan ragu untuk bertanya kepada pengurus masjid atau santri yang ada di sekitar jika Anda membutuhkan bantuan.

Catatan: Kondisi fasilitas secara umum cukup baik dan terawat, meskipun pada hari-hari ramai mungkin terlihat sedikit kurang bersih karena banyaknya pengunjung. Pengunjung diharapkan untuk turut menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas yang tersedia.

Etika dan Tata Tertib Berkunjung ke Masjid Tiban Turen Malang

Ketentuan Berpakaian

Sebagai tempat ibadah, pengunjung diharapkan untuk berpakaian sopan dan menutup aurat saat mengunjungi Masjid Tiban. Berikut adalah panduan berpakaian:

  • Pria: Mengenakan celana panjang dan baju berlengan (hindari kaos tanpa lengan atau celana pendek)
  • Wanita: Mengenakan pakaian yang menutup aurat (lengan panjang, rok/celana panjang) dan kerudung/hijab
  • Hindari pakaian ketat, transparan, atau yang memperlihatkan bentuk tubuh
  • Jika tidak membawa pakaian yang sesuai, biasanya tersedia mukena atau sarung yang dapat dipinjam

Etika Mengambil Foto

Pengambilan foto di area Masjid Tiban diperbolehkan dengan beberapa ketentuan:

  • Tidak mengganggu jamaah yang sedang beribadah
  • Tidak mengambil foto saat waktu shalat berlangsung, terutama di area utama ibadah
  • Tidak berpose yang tidak sopan atau tidak menghormati kesucian tempat ibadah
  • Meminta izin jika ingin mengambil foto orang lain, terutama para santri atau pengurus masjid
  • Untuk pengambilan foto profesional atau komersial, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu kepada pengurus masjid

Area yang Boleh dan Tidak Boleh Diakses

Tidak semua area di Masjid Tiban dapat diakses oleh pengunjung umum. Berikut adalah panduan akses area:

AreaStatus AksesCatatan
Lantai 1-3Terbuka untuk umumDapat diakses oleh semua pengunjung
Lantai 4TerbatasKhusus keluarga pengasuh pondok, perlu izin khusus
Lantai 5-6Terbuka dengan syaratBoleh diakses saat tidak ada kegiatan khusus
Lantai 7-8Terbuka untuk umumArea perbelanjaan untuk pengunjung
Lantai 9-10Terbuka dengan pengawasanBoleh diakses dengan didampingi petugas
Area Pondok PesantrenTertutup untuk umumKhusus santri dan pengurus pondok

Sikap yang Harus Dijaga

Sebagai tempat ibadah dan bagian dari pondok pesantren, pengunjung diharapkan untuk menjaga sikap dan perilaku selama berada di area Masjid Tiban:

  • Berbicara dengan suara pelan dan tidak membuat kebisingan
  • Menghormati jamaah yang sedang beribadah dan tidak mengganggu aktivitas mereka
  • Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan
  • Tidak merokok di seluruh area masjid
  • Bersikap sopan dan menghormati pengurus masjid, santri, dan pengunjung lain
  • Mengikuti arahan dan petunjuk dari pengurus masjid
  • Tidak melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan kesucian tempat ibadah

Tips Berkunjung ke Masjid Tiban Turen Malang

Pengunjung dari berbagai usia

Sumber/Kredit: @fendimodena

Waktu Terbaik Datang

Kunjungi Masjid Tiban pada pagi hingga siang hari (08.00-14.00 WIB) untuk mendapatkan pencahayaan terbaik dan suasana yang tidak terlalu ramai. Hari kerja (Senin-Jumat) biasanya lebih sepi dibandingkan akhir pekan.

Hindari berkunjung saat waktu shalat, terutama shalat Jumat, dan hari-hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Pada bulan Ramadhan, masjid akan lebih ramai terutama menjelang berbuka puasa dan shalat tarawih.

Persiapan Fisik

Masjid Tiban memiliki 10 lantai dengan banyak tangga, jadi siapkan stamina yang cukup untuk menjelajahi seluruh bangunan. Kenakan sepatu atau sandal yang nyaman untuk berjalan dan naik-turun tangga.

Bawalah air minum yang cukup, terutama jika berkunjung saat cuaca panas. Jangan lupa membawa tisu atau sapu tangan untuk mengelap keringat dan membersihkan tangan setelah berwudhu.

Perlengkapan yang Perlu Dibawa

Bawalah kantong plastik atau tas kecil untuk menyimpan alas kaki, karena pengunjung diharuskan melepas alas kaki saat memasuki area masjid. Jika lupa membawa, biasanya ada penjual kantong plastik di sekitar masjid.

Untuk wanita, siapkan kerudung atau hijab jika belum mengenakan. Bawa juga payung atau topi untuk perlindungan dari panas atau hujan saat berada di luar area masjid.

Tips Berkunjung Bersama Keluarga

Berkunjung ke Masjid Tiban bersama keluarga bisa menjadi pengalaman wisata religi yang edukatif dan menyenangkan. Berikut beberapa tips untuk kunjungan bersama keluarga:

  • Jelaskan kepada anak-anak tentang etika berkunjung ke tempat ibadah sebelum tiba di lokasi
  • Awasi anak-anak agar tidak berlarian atau membuat kebisingan yang mengganggu jamaah
  • Manfaatkan kunjungan sebagai kesempatan edukasi tentang arsitektur Islam dan nilai-nilai agama
  • Jaga anak-anak saat menaiki tangga atau berada di lantai atas untuk menghindari kecelakaan
  • Siapkan makanan ringan dan minuman, terutama jika berkunjung dengan anak kecil
  • Istirahat secukupnya di area yang tersedia jika anak-anak mulai lelah

Tips Fotografi Arsitektur

Masjid Tiban menawarkan banyak spot foto menarik dengan arsitektur yang unik. Berikut beberapa tips untuk menghasilkan foto arsitektur yang bagus:

  • Manfaatkan cahaya pagi atau sore hari untuk mendapatkan pencahayaan terbaik
  • Cari sudut yang unik, seperti dari bawah ke atas untuk menangkap ketinggian kubah
  • Fokus pada detail ornamen dan kaligrafi untuk menampilkan keindahan seni Islam
  • Gunakan mode panorama untuk menangkap keseluruhan bangunan yang luas
  • Perhatikan komposisi dengan memasukkan elemen arsitektur yang menarik dalam frame
  • Hindari mengambil foto saat ada jamaah yang sedang beribadah

Hal-hal yang Sebaiknya Dihindari:

  • Datang tanpa persiapan pakaian yang sopan dan menutup aurat
  • Berkunjung saat waktu shalat, terutama shalat Jumat
  • Membawa makanan ke area ibadah atau makan di tempat yang tidak semestinya
  • Mengabaikan petunjuk dan arahan dari pengurus masjid
  • Masuk ke area yang dibatasi tanpa izin
  • Berfoto dengan pose yang tidak sopan atau tidak menghormati kesucian tempat ibadah
  • Meninggalkan sampah atau merusak fasilitas masjid

Wisata Religi dan Wisata Menarik di Sekitar Masjid Tiban Turen Malang

Setelah mengunjungi Masjid Tiban, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke beberapa destinasi menarik di sekitar Turen dan Malang. Berikut adalah rekomendasi wisata yang dapat dikunjungi:

Masjid Agung Jami Malang

Sumber/Kredit: @_yudapermana

Masjid Agung Jami Malang

Jarak dari Masjid Tiban: ±25 km

Estimasi waktu tempuh: 45-60 menit

Masjid Agung Jami Malang merupakan masjid bersejarah yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Arsitekturnya yang megah dengan perpaduan gaya Jawa dan Arab menjadikannya salah satu landmark kota Malang yang wajib dikunjungi.

Wisata Alam Coban Rondo

Sumber/Kredit: @ayubangling

Wisata Alam Coban Rondo

Jarak dari Masjid Tiban: ±40 km

Estimasi waktu tempuh: 1,5 jam

Coban Rondo adalah air terjun indah yang terletak di kaki Gunung Panderman. Dengan ketinggian sekitar 84 meter, air terjun ini menawarkan pemandangan alam yang menyegarkan dan udara sejuk yang cocok untuk melepas penat.

Kampung Warna-Warni Jodipan

Sumber/Kredit: @tristan_conil

Kampung Warna-Warni Jodipan

Jarak dari Masjid Tiban: ±30 km

Estimasi waktu tempuh: 1 jam

Kampung Warna-Warni Jodipan adalah permukiman yang dicat dengan warna-warna cerah, menciptakan pemandangan yang menarik dan instagramable. Dulunya kumuh, kini menjadi salah satu destinasi wisata populer di Malang.

Museum Angkut Batu

Sumber/Kredit: @jjoelimso

Museum Angkut

Jarak dari Masjid Tiban: ±45 km

Estimasi waktu tempuh: 1,5-2 jam

Museum Angkut adalah museum transportasi terbesar di Asia Tenggara yang menampilkan berbagai jenis kendaraan dari berbagai era. Museum ini menawarkan pengalaman edukatif dan menghibur bagi pengunjung dari segala usia.

Alun-Alun Kota Malang

Sumber/Kredit: @herfis_dreaminad

Alun-Alun Kota Malang

Jarak dari Masjid Tiban: ±25 km

Estimasi waktu tempuh: 45-60 menit

Alun-Alun Kota Malang adalah ruang publik yang menjadi pusat aktivitas warga. Di sini Anda dapat bersantai, menikmati kuliner khas Malang, atau sekadar mengamati kehidupan kota yang dinamis.

Kuliner Khas Malang

Sumber/Kredit: @yuwita_boschman

Wisata Kuliner Malang

Jarak dari Masjid Tiban: Tersebar di seluruh Malang

Estimasi waktu tempuh: Bervariasi

Malang terkenal dengan berbagai kuliner khasnya seperti bakso Malang, rawon, dan berbagai olahan apel. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan kuliner lokal selama berada di Malang.

Tips: Untuk perjalanan yang lebih praktis dan terencana, Anda dapat memilih paket trip liburan ke Malang 3D2N yang sudah mencakup itinerary wisata, transportasi, dan akomodasi. Dengan paket ini, liburan ke Malang menjadi lebih efisien, nyaman, dan maksimal tanpa perlu repot menyusun jadwal perjalanan sendiri.

FAQ tentang Masjid Tiban Turen Malang

Di mana lokasi Masjid Tiban Turen Malang?

Masjid Tiban Turen Malang berlokasi di Jalan Wakhid Hasyim, Gang Anggur Nomor 10, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Masjid ini berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Malang dan dapat ditempuh dalam waktu 45-60 menit dengan kendaraan pribadi.

Apa saja jam kunjungan Masjid Tiban Turen Malang?

Masjid Tiban Turen Malang dibuka untuk umum selama 24 jam setiap hari. Namun, waktu kunjungan ideal adalah antara pukul 08.00-16.00 WIB pada hari Senin-Kamis, 08.00-11.00 WIB dan 13.30-16.00 WIB pada hari Jumat (menghindari waktu shalat Jumat), dan 08.00-17.00 WIB pada hari Sabtu-Minggu. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hingga siang hari untuk mendapatkan pencahayaan yang baik.

Apakah ada biaya masuk ke Masjid Tiban Turen Malang?

Tidak ada biaya masuk resmi untuk mengunjungi Masjid Tiban Turen Malang. Namun, pengunjung biasanya memberikan sumbangan sukarela yang dimasukkan ke kotak amal yang tersedia di area masjid. Biaya parkir kendaraan dikelola oleh warga sekitar dengan tarif yang bervariasi tergantung jenis kendaraan.

Bagaimana sejarah singkat Masjid Tiban Turen Malang?

Masjid Tiban Turen Malang dirintis oleh KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam pada tahun 1963 sebagai bagian dari Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah. Pembangunan masjid secara resmi dimulai pada tahun 1987 dan berlanjut hingga tahun 1992. Nama “Tiban” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “tiba-tiba ada”, merujuk pada mitos bahwa masjid ini muncul secara tiba-tiba dalam semalam, meskipun faktanya dibangun secara bertahap oleh para santri dan jamaah.

Berapa jumlah lantai di Masjid Tiban Turen Malang dan apa fungsinya?

Masjid Tiban Turen Malang memiliki 10 lantai dengan fungsi berbeda. Lantai 1-3 untuk tempat istirahat, mushola, dan fasilitas umum seperti akuarium dan kebun binatang mini. Lantai 4 untuk keluarga pengasuh pondok. Lantai 5-6 untuk mushola dan ruang istirahat santri. Lantai 7-8 untuk area perbelanjaan yang menjual kerajinan santri. Lantai 9 didesain sebagai lereng gunung (masih dalam penyelesaian), dan lantai 10 sebagai goa dan puncak gunung (rooftop).

Bagaimana etika berkunjung ke Masjid Tiban Turen Malang?

Pengunjung diharapkan berpakaian sopan dan menutup aurat (pria: celana panjang dan baju berlengan; wanita: pakaian yang menutup aurat dan kerudung). Lepaskan alas kaki saat memasuki area masjid dan simpan dalam kantong plastik. Berbicara dengan suara pelan, tidak mengganggu jamaah yang beribadah, tidak makan-minum di area ibadah, tidak merokok, dan menjaga kebersihan. Hormati petunjuk dari pengurus masjid dan jangan masuk ke area yang dibatasi tanpa izin.

Apakah boleh mengambil foto di Masjid Tiban Turen Malang?

Ya, pengambilan foto di Masjid Tiban Turen Malang diperbolehkan dengan beberapa ketentuan: tidak mengganggu jamaah yang sedang beribadah, tidak mengambil foto saat waktu shalat berlangsung (terutama di area utama ibadah), tidak berpose yang tidak sopan, dan meminta izin jika ingin mengambil foto orang lain. Untuk pengambilan foto profesional atau komersial, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu kepada pengurus masjid.

Kesimpulan

Keindahan Masjid Tiban Turen Malang

Sumber/Kredit: @khairani2001

Masjid Tiban Turen Malang merupakan destinasi wisata religi yang menawarkan pengalaman unik dengan perpaduan nilai spiritual dan keindahan arsitektur. Dengan 10 lantai yang masing-masing memiliki fungsi berbeda, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga pusat edukasi dan wisata yang menarik bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

Keunikan sejarah pembangunannya yang dilakukan oleh para santri tanpa bantuan arsitek profesional, ditambah dengan mitos yang beredar tentang kemunculannya yang tiba-tiba, menambah daya tarik tersendiri bagi Masjid Tiban. Gaya arsitektur yang memadukan unsur Timur Tengah, India, dan Tionghoa menciptakan visual yang memukau dan berbeda dari masjid-masjid lain di Indonesia.

Bagi Anda yang berencana mengunjungi Malang, Masjid Tiban Turen adalah salah satu destinasi yang wajib dimasukkan dalam itinerary perjalanan. Selain menikmati keindahan arsitektur dan nilai spiritual, Anda juga dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi menarik lainnya di sekitar Malang dan Batu.

Dengan memperhatikan etika dan tata tertib berkunjung, Anda akan mendapatkan pengalaman yang berkesan dan bermakna saat mengunjungi Masjid Tiban Turen Malang. Selamat berwisata religi dan semoga perjalanan Anda menyenangkan!

Jelajahi Pesona Wisata Religi Malang

Tertarik mengunjungi Masjid Tiban Turen dan destinasi wisata religi lainnya di Malang? Rencanakan perjalanan Anda sekarang dan nikmati pengalaman spiritual yang berkesan. Untuk liburan yang lebih nyaman dan terorganisir, tersedia paket wisata keliling Malang yang mencakup berbagai destinasi religi serta paket liburan ke Bromo bagi yang ingin menikmati panorama sunrise dan wisata alam di kawasan TNBTS.