Di tengah kesejukan kota Malang, berdiri dengan megah Candi Singosari yang menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Singhasari di masa lampau. Dikelilingi pepohonan rindang dan udara sejuk khas dataran tinggi, candi ini menawarkan perpaduan sempurna antara wisata sejarah, edukasi, dan ketenangan spiritual. Artikel ini menyajikan panduan lengkap tentang Candi Singosari Malang, dari sejarah yang melegenda hingga informasi praktis untuk kunjungan yang berkesan.

Sekilas Tentang Candi Singosari Malang

Candi ini terletak di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dibangun sekitar tahun 1300 Masehi, candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari yang didirikan untuk menghormati Raja Kertanegara, raja terakhir kerajaan tersebut yang wafat pada tahun 1292 akibat pemberontakan Jayakatwang.

Candi ini memadukan unsur agama Hindu (khususnya Siwa) dan Buddha, mencerminkan kepercayaan yang berkembang pada masa Kerajaan Singhasari. Meski tidak sebesar candi lain di Jawa, Candi Singosari memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi sebagai satu-satunya peninggalan bangunan Kerajaan Singhasari yang masih bisa dilihat hingga saat ini.

sunset candi singosari

Sumber / Kredit: @adhwa_hidayah

Sejarah Candi Singosari

Kerajaan Singhasari didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 setelah menggulingkan Kerajaan Kediri. Namun, kejayaan kerajaan ini mencapai puncaknya di bawah pemerintahan Raja Kertanegara (1268-1292), yang dikenal sebagai raja visioner dan ambisius.

Berdasarkan Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 M dan penyebutan dalam Kitab Negarakertagama, Candi Singosari dibangun sebagai tempat pendharmaan (penghormatan) bagi Raja Kertanegara yang wafat secara tragis ketika istananya diserang oleh pasukan Jayakatwang dari Gelanggelang pada tahun 1292.

Relief candi singosari

Sumber/Credit : @rifhanfadhlan

Menariknya, pembangunan candi ini kemungkinan besar dilakukan pada masa Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi atas perintah Mahapatih Gajah Mada. Hal ini menunjukkan adanya hubungan erat antara Kerajaan Singhasari dan Majapahit, yang memang memiliki garis keturunan yang sama.

Candi Singosari pertama kali ditemukan oleh Nicolaus Engelhard, seorang Gubernur Pantai Timur Laut Jawa berkebangsaan Belanda pada tahun 1803. Sejak saat itu, candi ini mulai mendapat perhatian dari para peneliti dan arkeolog. Beberapa arca dari candi ini bahkan dibawa ke Belanda pada tahun 1819 dan kini menjadi koleksi museum di Leiden.

Prasasti Gajah Mada (1351 M) menyebutkan adanya pembangunan caitya yang dilaksanakan oleh Mahapatih Gajah Mada untuk Bhatara Sang Mokta ring Siwa Buddha Laya, yang merujuk pada Raja Kertanegara.

Pemugaran Candi Singosari pernah dilakukan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1934-1937, namun hanya terbatas pada bagian atap candi. Pemugaran yang lebih menyeluruh baru dilakukan kemudian. Pada tahun 1998, Candi Singosari ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional melalui SK Menteri Pendidikan & Kebudayaan.

Arsitektur dan Relief Candi Singosari

Candi Singosari memiliki struktur yang khas dengan bentuk menyerupai limas. Bangunan utama candi terbuat dari batu andesit, menghadap ke barat, dengan ukuran dasar 14 m × 14 m dan tinggi sekitar 15 meter. Kompleks candi sendiri menempati area seluas 200 m × 400 m.

landscape candi dari atas

Sumber / Kredit: @rizdhani

Candi ini terdiri dari tiga bagian utama sesuai konsep arsitektur candi Hindu-Buddha:

Kaki Candi

Bagian dasar candi setinggi sekitar 1,5 meter yang berfungsi sebagai pondasi. Pada bagian ini terdapat tangga naik yang tidak diapit oleh pipi tangga berhias makara seperti pada candi lainnya.

Tubuh Candi

Bagian tengah yang berisi ruang utama dengan yoni yang sudah rusak bagian atasnya. Di sisi-sisinya terdapat relung yang dulu berisi arca Durga (utara), Ganesha (timur), dan Agastya (selatan).

Atap Candi

Bagian atas berbentuk meru bersusun yang makin ke atas makin mengecil. Bagian ini melambangkan dunia atas atau tempat bersemayamnya para dewa.

Relief yang terukir pada Candi Singosari sebagian besar berbentuk bunga dan binatang. Salah satu relief yang menarik adalah pahatan singa yang saling bertolak pandang. Terdapat juga pahatan wajah seram yang disebut Muka Kala atau Kirti Murka yang dipercaya berfungsi sebagai pengusir roh jahat.

Keunikan Candi Singosari dibandingkan candi lain di Jawa Timur terletak pada sepasang arca Dwarapala (penjaga) raksasa yang terletak di sisi barat laut kompleks. Dengan tinggi hampir 4 meter, arca ini merupakan patung penjaga terbesar yang ada di dunia. Posisi gada yang menghadap ke bawah pada arca ini menunjukkan adanya rasa kasih sayang meski berwujud raksasa.

Arca Dwarapala

Sumber / Kredit: @potretlawas_id

Meski tampak megah, banyak ahli berpendapat bahwa Candi Singosari sebenarnya belum selesai dibangun. Hal ini terlihat dari kesederhanaan pahatan dan relief, serta adanya banyak arca yang tampak belum selesai dibuat. Pembangunan candi kemungkinan terhenti akibat pergolakan politik setelah wafatnya Raja Kertanegara.

Tertarik Explore Candi Singosari Malang?

Candi ini menawarkan pengalaman wisata sejarah yang menyegarkan dengan akses mudah dari pusat kota. Anda juga bisa memesan jasa rental mobil malang dengan driver berpengalaman dan terpercaya.

Daya Tarik Utama Candi Singosari Malang

Nilai Sejarah

Sebagai satu-satunya peninggalan bangunan Kerajaan Singhasari, candi ini menjadi bukti fisik kejayaan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara. Pengunjung dapat merasakan langsung aura sejarah dan kemegahan masa lalu.

Arsitektur Unik

Perpaduan gaya Hindu-Buddha pada arsitektur candi menunjukkan toleransi beragama pada masa itu. Relief dan arca yang ada memiliki nilai seni tinggi meski beberapa bagian tampak belum selesai.

Arca Dwarapala

Sepasang patung penjaga raksasa setinggi hampir 4 meter menjadi daya tarik tersendiri. Posisi gada yang menghadap ke bawah pada arca ini tidak ditemukan di candi lain.

Selain nilai sejarah dan arsitektur, Candi Singosari juga menawarkan suasana yang tenang dan asri. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Malang membuatnya mudah diakses. Bagi pecinta fotografi, candi ini menyediakan latar belakang eksotis untuk menghasilkan foto-foto bernuansa sejarah yang menakjubkan.

Kompleks candi yang luas juga cocok untuk kegiatan edukasi dan penelitian. Banyak pelajar dan mahasiswa yang berkunjung untuk mempelajari sejarah, arsitektur, dan nilai budaya yang terkandung dalam candi ini. Suasana yang tenang juga mendukung untuk kegiatan refleksi dan meditasi.

Lokasi dan Akses Menuju Candi Singosari Malang

Candi Singosari beralamat di Jalan Kertanegara, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya sekitar 12 km dari pusat Kota Malang atau sekitar 20-30 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Akses dengan Kendaraan Pribadi

Dari pusat Kota Malang, Anda dapat mengikuti rute:

  • Dari Alun-alun Malang, ambil Jalan Kawi menuju arah utara
  • Lanjutkan ke Jalan Gajah Mada dan terus ke Jalan Ahmad Yani
  • Ikuti jalan utama Surabaya-Malang (Jalan Raya Malang-Surabaya)
  • Setelah memasuki kawasan Singosari, ambil jalan ke arah Candi Singosari (ada penunjuk jalan)
  • Candi Singosari berada di sebelah kanan jalan

Akses dengan Kendaraan Umum

Beberapa pilihan transportasi umum menuju Candi Singosari:

  • Naik angkutan umum jurusan Malang-Singosari, turun di Pasar Singosari, lalu jalan kaki sekitar 20 menit atau naik ojek
  • Naik bus jurusan Malang-Surabaya, turun di Terminal Singosari, lalu naik angkutan lokal atau ojek
  • Naik kereta api, turun di Stasiun Singosari, lalu jalan kaki atau naik ojek menuju candi
  • Menggunakan layanan transportasi online dari pusat Kota Malang

Kondisi jalan menuju Candi Singosari sangat baik dan beraspal. Area ini juga dilalui oleh banyak kendaraan umum, sehingga akses menuju lokasi relatif mudah. Papan penunjuk jalan juga tersedia di beberapa titik untuk memudahkan pengunjung.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Candi Singosari

Informasi Tiket dan Jam Operasional

Harga Tiket Masuk: Gratis (tidak dipungut biaya)

Jam Operasional: 07.00 – 16.00 WIB (setiap hari)

Biaya Parkir:

  • Motor: Rp2.000
  • Mobil: Rp5.000

Meski tidak ada biaya masuk, pengunjung diharapkan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian candi. Kotak sumbangan sukarela tersedia bagi pengunjung yang ingin berkontribusi untuk perawatan situs. Untuk kunjungan rombongan dalam jumlah besar, disarankan untuk menghubungi pengelola terlebih dahulu.

Fasilitas di Kawasan Candi Singosari Malang

Area Parkir

Tersedia area parkir yang cukup luas untuk motor dan mobil. Area parkir terletak tidak jauh dari pintu masuk kompleks candi.

Toilet

Fasilitas toilet umum tersedia di dekat area parkir. Kondisi toilet cukup bersih dan terawat, namun disarankan untuk membawa tisu atau perlengkapan pribadi.

Pusat Informasi

Terdapat pusat informasi kecil yang menyediakan brosur dan informasi sejarah tentang Candi Singosari. Petugas juga siap membantu menjawab pertanyaan pengunjung.

Area Istirahat

Beberapa gazebo dan bangku tersedia di sekitar kompleks untuk beristirahat. Area ini juga cocok untuk menikmati suasana tenang di sekitar candi.

Warung dan Pedagang

Di sekitar area parkir terdapat beberapa warung kecil yang menjual makanan, minuman, dan cinderamata. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau.

Kebersihan

Secara umum, kompleks Candi Singosari cukup bersih dan terawat. Tempat sampah tersedia di beberapa titik untuk memudahkan pengunjung membuang sampah.

Meski fasilitas yang tersedia tidak terlalu lengkap, namun sudah cukup memadai untuk mendukung kenyamanan pengunjung. Perawatan situs juga dilakukan secara rutin oleh pengelola untuk menjaga kelestarian candi.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Candi Singosari

Wisata Sejarah dan Edukasi

Mempelajari sejarah Kerajaan Singhasari dan peran Raja Kertanegara. Mengamati arsitektur candi dan memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Fotografi

Mengabadikan keindahan arsitektur candi, relief, dan arca. Candi Singosari menawarkan latar belakang eksotis untuk fotografi budaya dan sejarah.

Studi Arkeologi Ringan

Mengamati detail arsitektur, relief, dan arca untuk memahami teknik pembuatan candi pada masa lampau. Cocok untuk pelajar dan mahasiswa jurusan sejarah atau arkeologi.

Kunjungan Rombongan

Candi Singosari sering menjadi tujuan studi tour sekolah atau kampus. Area yang luas memungkinkan untuk kunjungan rombongan dalam jumlah besar.

Wisata Religi

Bagi penganut Hindu, candi ini juga bisa menjadi tempat untuk berdoa dan melakukan ritual keagamaan tertentu dengan izin pengelola.

Refleksi dan Meditasi

Suasana tenang di kompleks candi cocok untuk melakukan refleksi diri atau meditasi ringan. Banyak pengunjung yang memanfaatkan ketenangan ini untuk menenangkan pikiran.

Meski tidak ada aktivitas khusus yang diselenggarakan secara rutin, pengunjung tetap bisa menikmati keindahan dan nilai sejarah Candi Singosari dengan cara mereka masing-masing. Suasana yang tenang dan asri membuat pengalaman berkunjung menjadi lebih berkesan.

Tips Berkunjung ke Candi Singosari Malang

Waktu Terbaik Berkunjung

Pagi hari (08.00-10.00) atau sore hari (14.00-16.00) adalah waktu terbaik untuk berkunjung. Selain cuaca yang lebih sejuk, jumlah pengunjung juga cenderung lebih sedikit sehingga lebih nyaman untuk menikmati candi.

Pakaian yang Disarankan

Kenakan pakaian yang sopan dan nyaman. Sebaiknya gunakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan. Topi dan kacamata hitam juga disarankan jika berkunjung di siang hari.

Perlengkapan

Bawa air minum, tisu basah, dan payung kecil atau topi untuk perlindungan dari panas atau hujan. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan momen.

Tips Fotografi di Candi Singosari

  • Pagi hari adalah waktu terbaik untuk fotografi dengan cahaya alami yang lembut
  • Gunakan lensa wide untuk menangkap keseluruhan struktur candi
  • Manfaatkan detail relief dan arca untuk foto close-up yang menarik
  • Hindari menggunakan flash yang dapat merusak relief dan arca
  • Hormati pengunjung lain saat mengambil foto

Untuk pengalaman yang lebih edukatif, pertimbangkan untuk menggunakan jasa pemandu lokal yang memahami sejarah dan nilai budaya Candi Singosari. Mereka biasanya tersedia di sekitar kompleks candi dengan biaya yang relatif terjangkau.

Peraturan dan Etika di Situs Candi Singosari

Peraturan Penting di Candi Singosari

  • Dilarang memanjat atau menaiki struktur candi
  • Dilarang mencoret-coret atau merusak bagian candi
  • Dilarang mengambil batu atau bagian candi sebagai kenang-kenangan
  • Dilarang membuang sampah sembarangan
  • Hormati area yang dibatasi untuk pengunjung
  • Jaga ketenangan dan hindari suara bising

Sebagai situs cagar budaya, Candi Singosari memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Pengunjung diharapkan untuk menghormati nilai tersebut dengan menjaga perilaku dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak candi.

Untuk pengunjung yang ingin melakukan ritual keagamaan, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu kepada petugas. Hal ini untuk memastikan bahwa ritual yang dilakukan tidak mengganggu pengunjung lain dan tidak merusak situs candi.

Waktunya menjelajah dan merasakan keseruan!

Nikmati keindahan dan nilai sejarah Candi Singosari dan wisata menarik lainnya dengan paket tour keliling malang bromo 2h1m tanpa ribet!

Wisata Sejarah Lain di Sekitar Candi Singosari

candi jago malang

Sumber / Kredit: @dprasetijo

Candi Jago

Jarak dari Candi Singosari: ±23 km

Candi peninggalan Kerajaan Singhasari yang dibangun untuk menghormati Raja Wisnuwardhana, ayah Raja Kertanegara. Candi ini memiliki relief cerita Kunjarakarna dan Pancatantra yang sangat menarik.

Candi Kidal

Jarak dari Candi Singosari: ±25 km

Candi Hindu peninggalan Kerajaan Singhasari yang dibangun untuk menghormati Raja Anusapati. Arsitektur candi ini memiliki keunikan tersendiri dengan relief Garudeya yang terkenal.

Candi Sumberawan

Jarak dari Candi Singosari: ±5 km

Stupa Buddha yang terletak di kaki Gunung Arjuno. Candi ini dikelilingi kolam mata air yang dianggap suci dan menjadi tempat ritual keagamaan.

Museum Singhasari

Jarak dari Candi Singosari: ±3 km

Museum yang menyimpan berbagai artefak dan informasi tentang Kerajaan Singhasari. Cocok dikunjungi untuk melengkapi pengetahuan sejarah tentang kerajaan ini.

Pemandian Ken Dedes

Jarak dari Candi Singosari: ±1 km

Pemandian air hangat alami yang menurut legenda merupakan tempat Ken Dedes, istri Ken Arok dan permaisuri pertama Kerajaan Singhasari, mandi.

Klenteng Kwan Im Tong

Jarak dari Candi Singosari: ±22 km

Klenteng Tionghoa kuno yang menunjukkan akulturasi budaya di wilayah Singosari. Arsitektur klenteng ini sangat menarik untuk dilihat.

Dengan banyaknya situs sejarah di sekitar Candi Singosari, pengunjung bisa merencanakan wisata sejarah yang lebih komprehensif untuk memahami perkembangan kerajaan-kerajaan di Jawa Timur, khususnya Kerajaan Singhasari dan Majapahit.

Rekomendasi Itinerary Wisata Sejarah

Itinerary Setengah Hari: Fokus Candi Singosari

  1. 08.00 – 09.30: Kunjungan ke Candi Singosari, menikmati arsitektur dan relief candi
  2. 09.30 – 10.30: Mengunjungi arca Dwarapala dan area sekitar candi
  3. 10.30 – 11.30: Istirahat dan makan di warung sekitar candi
  4. 11.30 – 12.30: Kunjungan ke Museum Singhasari untuk melengkapi pengetahuan sejarah

Itinerary 1 Hari: Jelajah Candi di Malang

  1. 08.00 – 09.30: Kunjungan ke Candi Singosari
  2. 10.00 – 11.30: Kunjungan ke Candi Sumberawan
  3. 11.30 – 12.30: Istirahat dan makan siang
  4. 13.00 – 14.30: Kunjungan ke Candi Jago
  5. 15.00 – 16.30: Kunjungan ke Candi Kidal
  6. 17.00: Kembali ke Kota Malang

Itinerary Edukasi Pelajar

  1. 08.00 – 08.30: Pengarahan di Museum Singhasari
  2. 08.30 – 10.00: Mempelajari sejarah Kerajaan Singhasari di museum
  3. 10.30 – 12.00: Kunjungan ke Candi Singosari dengan pemandu
  4. 12.00 – 13.00: Istirahat dan makan siang
  5. 13.00 – 14.30: Aktivitas menggambar relief atau arsitektur candi
  6. 14.30 – 15.30: Diskusi dan refleksi tentang nilai sejarah dan budaya

Jelajahi Sejarah Kerajaan Singhasari Sekarang!

Temukan situs-situs bersejarah di Malang lainnya! Kami rekomendasikan paket jalan-jalan 1 hari di malang lengkap dengan transportasi dan pemandu terpercaya untuk liburan keluarga tak terlupakan Anda.

FAQ tentang Candi Singosari Malang

Di mana lokasi Candi Singosari?

Candi Singosari terletak di Jalan Kertanegara, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya sekitar 12 km dari pusat Kota Malang atau sekitar 20-30 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Berapa harga tiket masuk Candi Singosari?

Tidak ada biaya masuk untuk mengunjungi Candi Singosari (gratis). Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir: Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Apa jam buka Candi Singosari?

Candi Singosari buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Siapa yang membangun Candi Singosari dan kapan?

Candi ini dibangun sekitar tahun 1300 Masehi pada masa Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi atas perintah Mahapatih Gajah Mada. Candi ini dibangun untuk menghormati Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singhasari yang wafat pada tahun 1292.

Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Candi Singosari?

Pengunjung boleh mengambil foto, belajar sejarah, dan menikmati arsitektur candi. Namun, dilarang memanjat candi, mencoret-coret atau merusak bagian candi, mengambil batu atau bagian candi, dan membuang sampah sembarangan. Pengunjung juga diharapkan menjaga ketenangan dan menghormati nilai sejarah situs.

Apa saja fasilitas yang tersedia di Candi Singosari?

Fasilitas yang tersedia di kompleks Candi Singosari meliputi area parkir, toilet umum, pusat informasi, area istirahat (gazebo dan bangku), serta warung kecil yang menjual makanan, minuman, dan cinderamata.

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Candi Singosari?

Waktu terbaik untuk mengunjungi Candi Singosari adalah pagi hari (08.00-10.00) atau sore hari (14.00-16.00). Pada waktu tersebut, cuaca cenderung lebih sejuk dan jumlah pengunjung lebih sedikit sehingga lebih nyaman untuk menikmati candi. Hindari berkunjung saat akhir pekan atau hari libur nasional jika ingin menghindari keramaian.

Kesimpulan

panorama candi singosari

Sumber / Kredit: @andythecrimson

Candi Singosari Malang merupakan warisan sejarah yang tak ternilai dari masa kejayaan Kerajaan Singhasari. Sebagai satu-satunya peninggalan bangunan kerajaan tersebut, candi ini menjadi bukti fisik kejayaan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara pada abad ke-13.

Dengan arsitektur yang memadukan unsur Hindu-Buddha, relief dan arca yang bernilai seni tinggi, serta keberadaan arca Dwarapala raksasa, Candi Singosari menawarkan pengalaman wisata sejarah dan budaya yang sangat menarik. Lokasinya yang mudah diakses dari pusat Kota Malang menjadikannya destinasi wisata sejarah yang populer.

Berkunjung ke Candi Singosari tidak hanya memberikan pengalaman wisata yang menyenangkan, tetapi juga menambah wawasan tentang sejarah dan budaya Indonesia, khususnya Jawa Timur. Dengan berbagai fasilitas pendukung yang tersedia dan tidak adanya biaya masuk, candi ini sangat layak untuk dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai kalangan.

Jadikan Candi Singosari sebagai bagian dari perjalanan wisata Anda di Malang, dan rasakan sendiri aura sejarah yang terpancar dari bangunan megah peninggalan Kerajaan Singhasari ini.

Waktunya Menjelajah dan Merasakan Keseruan!

Sempurnakan liburan Anda dengan paket liburan seru ke Malang dan paket explore Bromo yang pasti lengkap dengan transportasi nyaman, pemandu berpengalaman, dan itinerary yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda.